Rabu, 20 April 2022

Alunan Gita Warna




Pagi,

Langit mendengar berbagai irama, menatap diam dalam keheningan, membaca setiap detakan napas, menulis setiap sajak hidup dalam kata-kata.

Tak ada suara menggeliat besar, nada-nada sedang membisikkan setiap aliran waktu hari ini. 

Alunan irama alam pun ikut bersenandung dan membawa suasana pagi ini diam sejenak.

Aroma bait napas menelusuri setiap udara alam dan membuka dentingan kehidupan hari ini.

Alunan kata bermain dengan suasana dan menciptakan cipratan warna kehidupan.

Nada-nada mulai tersusun selaras dengan vibrasi warna napas hari ini dan meleburkan eksotika dalam satu lukisan hidup.

Huruf-huruf warna bersatu paut dengan tali nada membawa arus bait menjadi puisi gita warna.

Dengarkanlah sekali lagi dengungan gema nada yang mengalirkan armada jiwa untuk membaca kembali makna kehidupan.

Itulan gita warna pagi ini. 

Rabu, 08 Desember 2021

Violet Vision

 


Berjuta kali kata-kata merangkai dalam pikiran menunjukkan betapa rumitnya jalan cerita yang terukir dari waktu ke waktu. Seribu kali diam dalam pikiran kata-kata, layaknya ambigu yang masih tersimpan rapat. Puluhan kali disampaikan bagaimana huruf-huruf tersebut akan membangun cerita yang utuh. Pikiran itu terus saja mengombang-ambingkan seluruh benak perasaan yang diam mencoba bergerak walau terpaan angin menghadang. Mesin waktu hanya sebentar berjalan untuk kembali mengajak pikiran berpikir ulang di dalam benak namun sangkaan selalu berada di depan kata-kata. Betapa tidak menentunya pikiran dan menjadikannya beban dalam hati. Langkah kedepan tak pasti namun mundur ke belakang juga sudah tak bisa. Kekuatan hati dan pikiraan menjadi lemah, menatap gelisah tentang waktu yang berlari menjauh setiap saat.

Detik itu pun juga menjauh dalam rangkaian pikiran yang tak menentu, bagaimanapun itu adalah campuran rasa yang terkurung milyaran detik sejak terakhir berada dalam hati. Penemuan tentang hati selalu bisa membangun kembali kepercayaan atau menghancurkan kepercayaan siapa diri sebenarnya. Tatapan yang membutakan hanya bisa menatap lurus tanpa bisa merasakan aliran warna di sekitarnya. Tumbukan pikiran dan hati berubah menjadi boomerang yang menggelegarkan seluruh singgasana pikiran. Dalam ribuan hari itu menjadi violet vision. Violet tentang hidup atau tidak pun masih berada dalam setiap kata-kata yang terlintas, hanya saja diwakilkan oleh seratus rangkaian pikiran yang tak menentu. Apakah bisa menjadi penglihatan jelas dalam segala keadaan?

Akal dan pikiran tak menyatu dan saling berselisih mengenai nilai yang paling bisa dipercaya. Tak ada kata andai yang berlalu dan kata itu terus bermunculan menjadi candu yang menumbuhkan ketidakpercayaan. Mungkin saja perasaan yang bertarung dengan pikiran menjadi lawan yang sulit dikalahkan. Walaupun sejuta kata berbicara mengenai jajaran pikiran yang terukir dalam satu kata percaya, sesulit itukah untuk tak melupakannya dalam alam pikiran? Warna yang baru saja diantarkan dalam kata-kata membekas di setiap perjalanan pikiran dan hanya bisa menggunung di dalam perbukitan hati. Suasana seperti itu membeku dalam rentang waktu ribuan bulan dan hanya bisa menjawab dalam diam.

Wajah matahari yang mulai tak terlihat dalam kesendiriannya dan mendungnya awan yang mulai menghitam, menandakan detik-detik kabut akan segera datang menghampiri. Gerhana yang tak seharusnya muncul mulai hidup kembali dalam aliran angin dari ujung timur. Bagaimanapun angin sering memberi kabar bahwa warna alam akan segera berubah menjadi violet. Dalam rentang berapa bulan lagi gerhana akan menyatu dengan matahari dan merubah semua cahaya menjadi tak terlihat dan membentangkan alam dengan restorasi hitam? Batu-batu pun tak akan kuat lagi menahan runtuhnya langit yang memanas karena matahari yang terus berada setiap saat. Sudahkah bertanya tentang bagaimana keadaan violet itu kepada alam?

Secarik kertas hanya bisa menghiasi kata-kata dengan tinta hitam, mengubah dari kosong menjadi penuh huruf. Bukan berarti, semua kata-kata akan menjadi histori yang akan dikenang dalam kehidupan. Kata-kata fokus yang tidak bisa dituangkan dalam deretan kalimat sudah pasti bukan isi dari pikiran, hanya terlintas dan mencoba lari dari apa yang akan dirangkai dalam kertas putih atau kertas buram. Waktu, mungkinkah kembali tenang dan damai dalam menghadapai berbagai sekeluwet jalinan kata-kata yang sudah ada dalam barisan pikiran dan bersiap untuk ditumpahkan kapan saja? Inikah yang disebut dengan anggukan sebentar, tak menilai tetapi hanya sebuah pandangan violet dalam kesendirian pikiran.

Kata-kata yang lugas dan terang selalu membuat siapa pun yang membacanya akan mengingat dengan baik layaknya setiap tinta yang dilukiskan di coretan tak pernah hilang. Tentang hati dan pikiran yang menyangkut kata-kata akan dikemas untuk dikembangkan dan disampaikan atau dikuburkan bersama ketidaksadaran pikiran. Berjuta kali rasa memaki dalam diri terus bertambah, bertanya tentang setiap peran kata yang terlintas dan mungkin hanya sebatas mimpi yang tak diingat kembali. Alur kata yang dirangkai menyakinkan kedalam hati bahwa itu adalah kekuatan yang disampaikan melalui huruf-huruf. Benarkah? Dan kata-kata itu diperdengarkan kembali ke dalam sanubari pikiran. Menghitung waktu, itulah jalan cerita yang sedang dirangkum, bisa jadi terlalu cepat, terlalu lambat atau hening di tempat seperti fatamorgana.  

Dalam alur cerita, kata-kata akan menjadi sangat bermakna, mengarah ke tujuan yang tepat, mengubah banyak pikiran dan hati namun akhirnya berhenti di akhir cerita. Rantai kata yang panjang mungkin berhasil memperhalus cerita menjadi nyata dan menarik namun kembali berakhir di titik. Suasana yang membeku, tak ada matahari, hanya angin dingin yang selalu hilir mudik menambah bekunya pikiran sepanjang detik yang berlalu. Alur cerita tak seperti alur kata yang akhirnya bisa berlepas diri dari keterkaitan antara pikiran dan hati. Lagi dan lagi, menghitung detik matahari akan kembali bersinar membuat tumpukan huruf itu menggunung semakin membesar, menilik apakah akan ada kelanjutan dari kata-kata. Tidak, matahari akan kembali dan menyinari bagaimana ia bersinar seperti biasanya. Satu dua kata mungkin tak bisa menjadi alur cerita komplit. Bukan mungkin, tapi realitanya seperti itu, terus berulang dan berulang dalam kelok sembilan pikiran, menanjak-menurun mengikuti arus pikiran dan hati, berhenti sebentar dan mengangguk kalimat yang dirangkai tanpa isi. Sungguh, kata-kata pikiran ini begitu jenaka, mengejek sendiri bagaimana karangan ini dibuat dengan keabsurdan tangan.

Sore (bagian 6)


 

Hai, Sore. Sudah lama aku tak menyapamu dengan penuh tatap. Aku hanya sering mendengar ceritamu yang kau lukiskan pada ujung hari. Sore, sekarang waktumu belum muncul. Aku menyapamu lebih dulu. Aku banyak menuliskan lagu yang berceloteh tentangmu. Tentunya kusisipkan juga cerita alam, malam, dan siang, diiringi dengan alunan nada dalam waktu. Sore, mungkin saat ini kau berada di ufuk barat, menunggu pagi dan siang berlalu. Sore, waktu yang kau punya tidak lama, sesaat sebelum berakhir  dengan terbenamnya waktu. Itulah sapaan pertamaku padamu Sore.

Sore masih saja sama, ia belum terbangun dari tidur panjangnya. Ia hanya bisa bertemu dan menyapa siang di penghujung waktu tetapi untuk menyapa pagi, ia tak bisa melewati batasan garis alam terhadapnya. Sekeras apapun Sore mencoba, ia tak akan pernah bertemu pagi karena mereka berada pada takdir waktu masing-masing. Keinginan menyapa bagi mereka tak akan diizinkan oleh alam. Itulah takdir mereka. 

Sore, aku ingin bercerita tentang waktu yang telah kutemui di setiap perjalanan alam. Setiap detik yang menghampiriku, ku bergumam andai waktukku berhenti, mungkin aku tak akan pernah merasakan kesempatan yang diberikan alam untuk melihat jauh bagaimana aku berjalan. Sore, perjalanan waktu yang ditentukan sedang berlangsung melaju dengan arahannya. Inilah cerita yang ingin kusampaikan padamu Sore. Aku teringat setiap pertanyaan yang aku lontarkan padamu Sore tentang alam dan waktu, tentang bagaimana aku hanya bisa berdiam di setiap rumitnya waktu yang tak pernah berhenti dan hening mulai datang kepadaku. Jawabannya tak kutemukan dengan cepat namun lambat laun aku tak menyadari jawabannya ada pada diriku. Dalam perjalanan waktu, sedikit sekali, aku bisa mengartikan semua tanda-tanda yang mengelilingimu Sore, aku mulai bergumam lagi, secepat inikah aku tak menyadari keberadaanku sendiri di tengah melesatnya waktu. Ini hanya imajinasi, pikirku. Setiap jalan yang aku lalui menuju waktu dan jawaban, menguras seluruh emosi dan pikiran. Sore, itu layaknya roller coaster, melaju dan berputar mengelilingi lintasan dan membuat arah yang terus berkelok naik turun dalam hitungan waktu. Itu pun tak seperti roller coaster yang dibayangkan akan melaju secepat cahaya untuk sampai di tujuan waktu. Kadang, ia hanya diam di tengah keramaian waktu yang terhenti saat seluruh emosi terperangkap dalam gemuruh pikiran. Sore, aku belum bisa menemukan jawaban yang tepat saat waktu bersamaku. Sore terdiam dengan dentingan waktu yang jatuh di pangkuannya karena sore sendiri berada di antara alur siang dan malam. Bagaimanapun waktu sore tidak begitu lama dan kesempatan untuk bercerita pada sore tidak selama saat pagi dan siang begitu juga dengan malam. Inilah kesempatanku untuk menyapamu Sore, mengemukakan sedikit demi sedikit emosi yang terkurung dalam perjalanan waktu hingga saat ini. Sore tak seperti malam dan siang, sore mendengarkan semua alunan cerita yang dituliskan. Setiap serat warna sore memberi celah tentang pelangi hidup yang sebentar dan aku terdiam.

Sudahkah bercerita kepada malam tentang waktu dan jawaban? Pelangi hidup memberikan banyak warna, mungkin saja malam akan memberikan pandangan berbeda terhadap emosi yang dituliskan. mungkin saja, warna pertama dalam malam tak selalu dengan hitam, mungkin saja warna jingga di tepian bercampur dengan terangnya kuning di ujung lembanyung senja. Secercah apapun jalanan waktu yang ada, kau harus menyadarinya bahwa warna itu akan bercampur baur dan menghasilkan sejuta warna pelangi hidup yang tak pernah kau bayangkan. Atau jawaban itu yang harus kau buktikan sendiri keberadaannya, berjalan saja tak cukup, coba saja dengan berlari setekad dirimu menghembuskan napas agar kau bertahan terhadap dalamnya lautan dan derasnya hujan. Oh mungkin, hujan pun bisa menjadi jawaban dan arah yang menghapuskan seluruh lembayung hitam di sudut penglihatanmu. Saat hujan ada, kau harus peka terhadap jawaban arah dan warna yang disiratkannya dalam bentuk alunan nada. Mungkin akan sebentar dan mungkin akan sangat lama Dengarkanlah setiap nada gita yang timbul ketika rintikan itu semakin membesar dan bertubrukan dengan kerasnya bumi. Saat itu kau tak boleh berhenti dan menatap kosong. Itulah saat yang tepat untuk mendengar jawabannya.


Bandung, 8 Desember 2021. Intan Sari. 

Kamis, 06 September 2018

The Alluring Sky


Could you see another world from the sky? It was not along with all diverse ways. It just was done by you in the future. The developing clouds still could pretend how it may be. Please, face to the sky. It started when dry has gone from another day. Could you hear the sound vibe of the sky? Some of them never been seen a while in the sky. Always be the sky. In the sky, could you hit your voice slowly? The sky is not the same as clouds. No and Never. However, it is the load for the earth but it is not for the sky. It is elevated than other to compare how much time to attain the top of the sky. When the earth never become the sky, the sky wants to transform the beautiful part of the earth. And how with the world? Is it merely as treasure where the sky still cover the earth? No, when the eye of weather catching the one cloud, it signed as the fragrance weather that emerges the sky with the earth. They are separated by the conditions but really never divided as one of the worlds. The sky always makes two moment that is from astonishing earth. The one from the bright and light temperature, it regularly happens when the air brings out clearly and make the shining sun is on fire. But when it was felt by the sky, no clouds mask the earth.  It is blooming day. One day, it has occurred distinctly, the sky draws the clouds with full of condensate air. The lovely picture captured by the earth. There is a lot of shape from the clouds, acquire the balance of temperature. However, the sky carries on another light, it takes place when the cheerful sun with the remainder of the water from the clouds meet up. The world is not enough to provide them, it collects all of their sorrow once. Also, the world can gather the sky and the earth convert to alluring frames. In addition to the sky, the world realizes that more luminous drawing, in fact, no fake. The other world desires to determine the sparkling sky with all the light from the sun but it totally falls to the earth. It revealed the magnificent pieces of the sky. How do they spell the next sky to fit with the earth without the alerting world in this charming day?

The Shining Star


They capture their ambitions, more and more in true line but never absorb the one of their light. Sometimes, it can be discovered by themselves with honest and open or another their representations. It just solely have known from the story of light and it always fractures the other thinking about them. They become the excellent star in the way they want, make it slowly and faster according to how they comprehend themselves. Anything or something like the colorful path to achieve their vision is absolutely never create another of themselves. One day, it got changed to more difficult to replay and remember how they are shine. What exactly the most beautiful moment in life, is it euphoria or anxiety? But it never gains to alter the way to look the world. Mostly they receive more powerful heart behind than people's babbling out outro the world. In the sky, one of the other stars breaks all the fear that it always wrong. No and no other. The route turns out dissimilar from the first when it arrives in the sky. Would it be the fear become be tremendous frightened? The shining star begins the journey. Over the world, it looks like the beauty in the sky but in fact, it spends much time to have an own bright and light. Still equal to the previous star? The road of the sky is better known as the interchangeable story of light. Where? In every single sky that has not been constant and forming. Another world continues to hunt the bright sky to rebuild the connection between the one of the previous sky and the stars. A moment where the star evolves to shining star in the sky. The sky renders the star become quickly to reach the high light, get through another light in the world that is light of the world. It is from the soul of kindness and joyful of human's earth.

The Spectrum of Light



A single day has become load spectrum and get easily the true world but it could not escape from the sun. It is not rebellion that reveals whose is. Could the sun imagine the day? Could the day passes without the sun that goes or the day be must be hidden from the sun? A load of the sun never come back to its initial when the day changed to the dark and also the night is part of the single day. Could you tell me the story of the sun? Someday the sun alters to light spectrum and produces one of the color pallets in the dark sky. It never is seen after a long time in the single day. The air smells the wind through all fears of the dark sky. It could not imagine as lighter than one sky, it slow and smooth. Not really happened in the single day but the winds protect from its darkness. Could you think easily? How were they one in scary conditions? Through the world may be, the result presents every single day that the load can be disappeared each part on the sky. Hearing and listening to the singing winds is look the better part if the sky sounds. The tone of the single day always brighter and never meet up the worst stone of tone. How the sun spell the spectrum to the sky? Never got the part quickly in the way sun missing the part of the sky. The flower sky arrives soon to introduce how far the spectrum spread over the sky colorfully.

The Blooming Flower




It could be recalled the blooming day when shining star was not through the moonlight. The day, the sun rises before it gloom the sky into the star in the night sky. If this time would be handled the sun, it gets more difficult when the flower grow. The time stands still the same away and along time pass all the sky but it is not lost easily. Never, the sun would not appreciate its worst and hold the right time for the flower. It takes several times until it is bright shining flower, more flawless to the flower blooming. Say it loudly, erase all of the darkness in the sky. Sound vibration of flower never enough to recognize the power of the bright sun. The flower revealed it is not today to achieve the climax of the bright shine. It comes alongside with the air which touches the west wind in the silence. Smelling and fragrance flower separate another hand to kick off the black seeds on this green land. Spread away all the blooming flower. Another time, the day rebuild the cracking sun in the green land. Rainy and snow could be one part of the sun. The flower easily burning into the fire, think again how the big sun reminds it and never appear when the fresh air wants to smell the blooming flower. It is counted away as the sun gives the best way for the flower. Something may be wrong or right. Its influence of fragrance flower can close and escape from the black hole of the sky. Far away from here, the sun and the sky need their time to bloom the flower. After the sky opens on time, best flower regenerates the fragrance and achieve most smelling in the bright sun. Would the flower continue it is riding the wind in the shining sky? Begin, this journey with the warm flower is blooming as the sunny day. 

The Light Sun





Corner of the dark, it was found in time. It compiled all the dust which spread out over the sky and not allowed to be one unit until the path was straight away. The way was not same with range to light on, it was more difficult to walk on but not crawl on. The change was not the problem to prove that color of light was not delivered from own sky. Altering the light was not enough to enhance the wonderful song from the sky. Get in on your own way to hear it. The light could be one of the reasons to show the best of self-right way. One the way the sky, the sky was not representing the main part of the light. Fall and fall to fill the color life of the light. The dust, one of snowflake could be watching the moonlight when the darkness disappeared. Still the same way, light could shape the colorful sky appear on when existing the rainbow.  After a way, time put on snowflake higher than the dust which discovers the light. It is first snow to lose from the light. Far away, the sky arises the luxurious one color of light, bring the snow to change the temperature of the sky. Will it light on the sky? The light did not prevent the snow and how they become close and gather in winter. The light caught the sky and arrange the dust of snowflake which falls in winter. Is it easy? The story of light, how to spell it, it had not broken by the time when the condition of light become brighter than time to time. The process of light getting smaller and it was not described well how the color made snowflake in the moonlight. It explained that no one has known the air join and open another light from the sky. Well, the entry door has arrived on time so please more care about the caution and the light disparate way. The light is one of snow and air in the darkness. Watch it carefully.

The Truth Untold


Best of the world, best of time, all the best of people. Every day in every condition, the statement depends on your right. Neither is wrong or right, not include the world worried become heavier every time. Sometimes, unbelievable time according to whose knowledge is not wrong. Never change, never wrong, never right. First, it adds on their day, makes it easy in the end. One small step introduces time and day to more comfortable for the condition. The cloud did not appear in light or another light in the sky. Timing sky never saw the best how the light on every day. It was not only about counting time at the beginning world but it would be starting time how the light can shine in another day. The mask even bigger to hold in front of the world. Why could it be unconditional mask ever? A day, it breaks through shining star until all of the galaxies is not lost. Try or hide on the mask get never been changed, still on the light. The other, heat transfer successfully, brings out streams without air after the world is gone. Imagine it and impossible, only air could produce the cloud show on time. Never so fast, if it only beside the doubtless. One time, the story was stopped by time, no more its slow cloud perform well. Just one day, the dream never tell the truth, called the truth untold of the sky. Tomorrow, every effort only perceive in one direction to converse the calculation world. It is alright that spring day mostly travels circumstances without knowing other words in the galaxy.



Everybody says no to have more dreams, it was only life memories at 4 o'clock when the sun initiate to disappear. Dark is over now. The first beginning question conducts the world to hide all light on its dark until the answer appears brightly. The world can't reveal the truth behind all the happening day, still same. The story informed peculiar world which has been not executed well. Light on the sky and the prime star only notice on the top rainbow. The time is not getting close to the world until it extends its balance. The wonder of happiness sky exhibits the time to open the world with one condition. The tear remained recall one time the story of the light because the world turns into truly happened early time. Epiphany, the world now is getting closer to the galaxy, it could be converted to another singularity. Another cloud which has disclosed arrives and says its serendipity, it called all world euphoria. Another day should not listen to the closing time of two galaxies. Let it go and fine without know. Evening, have you feel how the time erases all of the world memories, it shines and dark. It was a day with the fake dream. Fake world. What is it? Babbling out? Never go to change? And easily holding time to back? The world had never stopped laugh about the day when it closer to the top of a galaxy and construct it over blue in one sky. Sometimes it called fake. Hiding one of the skies only eliminate the temperature of the day.

Heat reoccur abundantly and cut all day become snow in single time. How could it happen when the bright sky over the world? It was magic in the worlds' dream. Could one rainfall sweep the tears at the same time? Best of world and best of time? Right or wrong? The answer is best of best. 

Jumat, 31 Agustus 2018

The Night Sky

It was not about the sky and the earth but actually, it was about the dream. The dream that caught the star in the night sky but only met the sun in the sky. Do you want to know what the first insight be the dream sky? The wonderful sky begins with the dream and goes slow but assured the dream will shape the sky through the earth. Look, the sky never is convinced what exactly the dream brings. Was it the star or the sun? Never known before, the dream went to the night and assure the day to trust the sky. It is impossible for the sky has both. Yes not sure, but it is a dream.



March, 26th 2018
The day came to the sky, told everyone that it had a great journey to the earth. It was not the only amazing race but also full with a smile. It was begun when the day shouted the sun to turn on the light in the dark. It forced the sun to escape from the moon and left the night alone. Hey, the day arrived. Look, the small dust in khatulistiwa appeared from the edge of nature. It was so obvious to release the star which went to space and met again with nature.  However, the day did not turn on the light. They became know that nature always back to its location in the space.
When the star begins to back home, it was compressing all conscious nature has. You know, the star would meet again with space and walked to the sun. Maybe, it crossed the section of the sky but it would through the khatulistiwa. Someday, when the star tried to be strong with the sun’s power, it walked the night pacific to artic and have revolved the earth but it still the end, its power lost away. Far away, the story made the legend but not history, it presented all the star sacrifice’s exceeded the time. Time still has being counted range between the star and the sun until they reborn again.
Will the star burn the night and back to the sun? The star never runs away from the sun, it is nothing to be compared with the sun. It will be dust in the asteroid group but has elegance over the earth.
Nature has own way to remake the whole all system deviation. Conscious of nature renew all the time when it close to the end.  The star never believes the first time nature arise, it was sure all of sudden of time.
March, 27th 2018
Twenty years ago, the night could not sleep as well, it would be told that the story begins. A whole time would pause and the fears came out from the kindness. Slow but sure, it did not work quickly but everything is seen fine. The time could not still trust the night dark day that appeared in the earth. Beyond the night, the screaming voice has heard through the quietness. Draw every happiness in the night turned into loneliness in the still dark night. However, the voice could never reach the same time with the fear. It was useless in the night sky but it could notice the sky.

Sky will tell the story to begin…..

Sore (Part 4 dan 5 )

          




















Sore, hiburan adalah cerita yang selalu dinantikan siang. Ia terus bergemuruh mendengar sajak-sajak kehidupan, dekat sekali dengan analogi manusia. Sore, keberadaan siang dan hari mempertanyakan dirimu, Andai tahu ia sore pastinya cerita yang akan diungkapkan menghilang. Dengar, gemuruh  api belum tentu menghilang dari hadapan siang, ia masih ada bahkan air yang membasuhnya pun tak bisa memadamkannya. Gemuruhnya mengangkasa menjauhkan semua yang berhadapan dengannya. Jangankan berhadapan denganmu sore, ia tak tahu bagaimana ia memalingkan wajahnya untuk pergi sementara. Sore, dengarkan setiap bunyi rindu yang diutarakan waktu menghadang gemuruh. Ia bukan saja terluka karena jejak yang ditinggalkan oleh siang tetapi juga terluka karena ia belum mengobati dirinya sendiri. Lihat udara seakan datang kepadamu sore membuka awan tebal yang dulu singgah di dekatmu, menanti menunggu rintik rindu menghapusnya.
            Itulah pesan malam padamu sore sebelum kau beranjak untuk bersembunyi di balik wajah anggunmu. Malam tak pernah bisa bicara pada sore dan siang, ia hanya mampu mengisyaratkan dan memberi tanda bahwa ia mempunyai firasat yang tak pernah dirasakan namun ia akan terasa jika rintik rindu mulai datang kembali padanya. Sejenak diam dari peradaban, sejenak menghilang dan sejenak ia datang. Bukankah suram bagi siapa saja menyangkal hakikat kebenaran? Seharusnya ia mampu untuk tegak berdiri di hadapan medan pertempuran terluar.
            Kabar itu tak selamanya benar, kesepian langkah menuju kepastian akan selalu ditunggu oleh perputaran waktu. Jauh dimata kehadiran akan kabar itu telah lama dinanti semua yang merasa kehilangan, bukan karena tak mampu menerka namun hal biasa yang mempersulit.  Bukankah waktu itu sakit harus menungguu ketika semua jalan yang terbuka tidak ada ujungnya? Rasa yang dirasakan detik sedetik menghapusnya membiarkannya pergi tanpa arah. Sore, sedikitkah itu cerita yang disampaikan siang kepada malam dan hanya sore yang tak bisa pergi. Kehangatan dari kebersamaan bukankah semua hal yang wajar tetapi gemuruh yang dikibaskan oleh siang menghancurkan luluh sepi yang tak pernah padam.
            Sudahkan saja  waktu yang terus menunggu hingga tiada ujung, sudahkan saja langkah yang pernah berhenti diatas waktu karena kesanggupannya kini hilang. Sampaikanlah sedikit waktu yang bisa dipakai dalam sesal dan duka karena bukan hanya mereka yang hilang tetapi gundahh yang akan pergi tak pernah kembali.

            Sore, dengarkan cerita kali ini. Apakah bnyi bait bisa berubah di setiap tangga nada? Sore apakah pagi juga akan mendengar nada yang sama setiap malam mengubah bait lagunya? Sore, arus angin tak pernah berhenti membuat nada dan irama di setiap lembaran hari. Ia selalu berganti dan berpindah arah hingga terciptalah melodi di setiap dengungan alam. Sore, warna malam dan pagi tidak juga menghilang dari benak sore, ia hanya menunggu siang untuk menghapusnya daan mengembalikan kepada alam. Sore, tiap kalinya pagi bertemu malam selalu bertanya, akankah pagi dapat bertemu dengan sore? Semua pertanyaan itu menimbulkan tanda bagi sore. Lalu dapatkah tanda itu berubah wujud dengan mengartikan semua memori nada sore yang dilukiskan alam? Dengar setaip semilirnya angina bercerita tentang kehidupan sore dan setiap itulah jiwa dan alam akan menyatu di alam bahana. Setiap kail yang mengail dan setiap arus yang membawa akan tetap sampai di setia pelataran alam. Bukankah itu sebuah melodi yang tiap kali dinantikan? Masih ingatkah tentang gemuruh yang membaw pesan luka padamu sore? Pesan luka itu itu kini ttergerus oleh angin timur membawa ia pergi dari kedetan dengan matahari. Sejauh itu gemueruh pergi dan tidak menyisakan api di sekelilingnya.
            Nada itu masih sama dan ia hanya berdiam sebentar di pelataran alam. Ia hanya menunggu detik dan detik untuk menghilang sebelum alam memanggil. Dan saat itu hembusan udara tetap melaju sama dengan awan membuka setiap bidikan di tengah keramaian sore. Entah bagaimana sore tak pernah mengetahui apakh itu rintisan nada atau itu adalah gemuruh yang dulu pergi datang kembali. Pagi, ia belum beranjak dari timur, ia hanya perlu menatap sekali lagi untuk menetapkan nada sebelum alam menyuruhnya pergi. Dan malam, ia akan selau membuka dirinya di setiap tepian alam , menunggu setiap arus udara panas datang dan membawakan cahaya dingin dari udara bulan untuk alam. Siang, ia tak bisa pergi dari pertengahan kahtulistiwa karena nada alam mengikat dirinya untuk tetap berdiri mengikat semua arus dingin di ujung alam.

            Dan malam ia hanya belajar melihat dari kejauhan, menunggu setiap detik dengan aroma keanggunan sang bulan. Itulah kabar yang diberian padamu sore. Nada itu masih berkeliaran hingga ia menemukan sebuah kedamaian di alam. 

Sambungan Sore (3)



Pagi lihatlah di ufuk sana
Pagi kembali menuangkan sejuk dan asa. Berkutat dengan udara manusa, menumbuhkan aroma warna. Pagi sudahkah kau berucap salam kepada malam? Cerita malam akan menggunung di ufuk. Malam di jagat raya kembali pada alam. Alam pun merangkul setiap lawatan senja dan tidak terlupa malam. Ia hanya duduk termenung memikirkan suara alam. Ah, bukankah begitu saja pagi. Ia hanya sampai menceritakan padamu, bukan pada sore. Malam bertanya. “ kemanakah langkah sore yang kutunggu? Apakah ia menghilang ke tepian rimba.
Lihat, di ufuk sana, sinar kan datang membawa kehangatan ditengah kebekuan malam. Hangatnya akan bercampur dengan sejuk. Apakah pagi bisa melihat kilatan cahaya di ufuk sana ? Ia hanya bisa mengguncang rimba malam. Sudahkah ia menyelesaikan misi di ufuk sana?. Tidak, Pagi terlalu cepat membawa diri, menghanyutkan semua kilatan cahaya di ufuk sana. Bagaimana dengan suaka yang sering diceritakan pagi, ia hanya menatap siang. Pagi, sudahkah kau bercerita kepada siang. Indahnya suaka warna memberikan pelita senyap kepada manusia.
Bukan, kini malam dan siang hanya saling menunggu di tepian rimba alam. Adakah malam dan siang akan bertemu perlahan di ufuk alam. Dengar, mereka hanya bisa memandang di ufuk, diam.
Pagi, dulu aku sering bertanya kepada sore tentang rimba alam. Apakah sejuk di ufuk sana? Pagi, mungkin kau akan melewati lintasan cahaya di tepian alam. Aku sering mempertanyakan dirimu Pagi, sudah lama aku tak bertegur sapa dengan sore. Sore, mungkinkah kau merindukan semua rasa?
Hujan akan menemani alam bermain ria di ufuk. Bolehkah kita memanggil sunyi kembali kesini? Biarkan sunyi yang menemani setiap lawatan malam dan siang. Ah, mungkin hanya sebentar. Biarkan setiap detik mereka hilang di tengah keramaian alam. Dan lihat warna hujan menyinari sambutan pagi menuju siang.
Namun, bukankah ini terlalu jujur jika alam pun mengikuti kalian? Dan pagi menyerbu semuanya, membawa mereka kembali ke tepian alam.
Adakah Pagi masih mengingat Sore di ujung malam? Iya bahkan melihat awan bersama sore. Oh bukankah ini menyenangkan semuanya berkumpul di kehidupan alam. Iya, bahkan Alam pun mengajak rembulan yang diam untuk bercengkrama dengan Pagi dan Sore. Bolehkah awan menjemput Sore?
Sore, sudahkah kau mendengar nada-nada Alam kembali? Ia terdengar seperti gemericik air di tepian sungai yang menyambut setiap cahaya yang datang dari ufuk timur. Dentingan nad itu jatuh di setiap aliran air yang membawanya ke muara alam. Dengarkanlah setiap detik nyanyian Alam yang bergema di kehidupan Awan.
Dan sudahkan Sore kembali menyapa malam? Bukankah terlaluu banyak waktu di antara mereka untuk bertemu di setiap perhentian waktu? Tidak, Alam akan mempertemukan mereka kembali di bagian khatulistiwa dan membentangkan setiap warna di penghujung awan. Itu membuat Sore terlalu lama menunggu jika Sore tak beranjak dalam diamnya. Tidak. Sore? Dengarkanlah. Bukankah Alam akan memanggil kembali hujan untuk mengguyur setiap kekeringan rimba? Lalu siapa yang akan menerima Nada-Nada Alam yang telah menjelma menjadi kepingan cahaya di ufuk timur? Nada-nada akan tetap sama, ia hanya melewati dan membiarkan alunan memperbaiki semuanya di kehidupan Alam. Dan apakah ia masih terhening di Alam? Ia masih menunggu Alam menceritakan kembali tentang cahaya di ufuk timur?
Apakah Sore sudah mencoba menjawab hujan di lembayung senja? Tidak, itu hanya terjadi sebentar ketika Sore membuka ketukan nada yang tersireat di senja. Sore, bukankah malam menyaksikan alam dan bukankah ada warna nada yang hilang dari penglihtan alam? Tidak. Sore akan terus bergumam tentang semua pertanyaan itu.  Itu berbeda dengan sepi yang menyendiri di antara kehiruk pikukan kehidupan alam. Dan apakah cahaya iitu juga akan pergi dari Alam? Tidak atau Ya. Itu akan menjadi jelas jika Sore memperbaiki keadaaan nada di Alam. Bukan itu semua yang akan diceritakan Sore kepada Alam. Ia hanya meminta untuk menunggu dan memberi warna pada Alam.  Sore hanya tertunduk. Lalu siapakah selanjutnya yang akan berbicara mengenai khatulistwa dan mengenai pertemuan atara malam dan sore?  Bukankah tinggal warna nad yang tertinggal di ufuk barat? Tidak, ada angina yang akan membawa nada kembali menjadi bagian Alam. Ia hanya perlu mengikuti setiap ketukan yang selalu membahana di setiap gelombang angina. Itu seperti mimpi untuk membuktikkan kembali kekuatan nada yang menyatukan di penghujung waktu. Hilang. Mungkin tidak. Ia hanya sebentar saja untuk singgah di kehidupan awan. Ia hanya perlu mencari setiap alunan gita di sela-sela awan dan membuat ia kembali menyadari kejadian di khatulistiwa alam. 
Malam hanya diam menyudut dan bergumam, apakah nada akan tetap seperti itu?  Lalu Alam kembali menuturkan tentang khatulistiwa. Lihatlah bagaimana semua menyatu di Alam. Lihatlah bagaimana waktu akan menyambut nada. Ia akan menerima semua alunan andda gita kembali membuka setiap sudut waktu. Bukankah itu semua akan tiada? Tidak. Sore hanya bergurau dan ia hanya akan diam di pelataraan malam.
Sore, bukankah pagi akan segera datang? Pagi akan membawa alunan alam bergeming lama di kehidupan khatulistiwa. Pagi juga akan menarik setiap ketakutan akan malam? Tetapi bukankah Pagi juga akan bercerita tentang hari? Tidak. Hari juga akan menghilang dari malam. Ia hanya terdiam bukan takut akan semua nada tetapi ia hanya menunggu warna nada yang bisa mencari sepi di kahtulistiwa alam. Tidak, Sore. Itu semua bukan pertanyaan. Itu adalah jawaban. Jawaban yang hanya datang, diam, dan pergi.  Terakhir, Hujan akan menghapus semua nada dan cerita.  Cerita Alam selalu memukau dan semuanya tadi akan sama di pelataran hujan. Iya, hanya Nada yang akan berhenti menggema Alam.

Sebuah pertanyaan, satu pengertian. 



-Bandung. Intan Sari, 11 November 2017, revisi 31 Agustus 2018. Cerita Sore-

Serendipity

   Before the moonshine came out to announce the day will be clear with shining stars, the sun has been informed to the sky do not move thos...